Selamat datang aje di blog asli meranti nie, , blog ini menyedie kan berite2 seputar kab.kep.meranti.
bagi agan-agan anak asli meranti wajib nongkrong di blog ini. bagi yang tak suke tutup je blog ini key. . .

Jumat, 18 Maret 2011

Tiga Investor Siap Bangun SPBU di Meranti

 

SELATPANJANG - Tiga investor sudah menyatakan kesediaanya membangun Stasiun Pengisian Bahanbakar Umum (SPBU) di Kota Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti. Bupati menegaskan, saat ini rencana tersebut masih didipelajari oleh pihak Pertamina terkait persyaratan perizinan pembangunan SPBU tersebut.

Hal ini disampaikan Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan MSi, belum lama ini usai acara pengesahan APBD Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun Anggaran 2011, terkait langkanya pasokan minyak bensin untuk kendaraan bermotor di Kabupaten Kepulauan Meranti.

''Sebanyak tiga investor sudah menemui saya (Bupati, red) untuk membangun SPBU. Saya katakan, bahwa pada prinsipnya kita sangat setuju. Karena selama ini spekulasi kelangkaan pasokan BBM di Kabupaten Kepulauan Meranti sudah memprihatinkan,'' kata Irwan.

Dikatakan Bupati, bahwa selama ini, pengelolaan BBM subsidi dipercayakan kepada para Agen Penyalur Minyak Subsidi (APMS). Namun, kelangkaan minyak tidak dapat dihindari. Hal ini lanjutnya, diduga adanya permainan para spekulan, sehingga minyak menjadi langka dan susah sekali ditemui pada para pengecer.

''Kita sudah memanggil berkali-kali para pemilik APMS. Kita Ingatkan mereka agar tidak membandel, dengan cara 'memainkan' minyak sehingga menjadi langka seperti ini. Jika memang tidak juga mau diatur, maka izin mereka akan kita evaluasi dan dicabut. Bahkan, pembangunan  SPBU oleh investor tersebut nampaknya akan kita desak juga, untuk segera direalisasikan,'' tegas Bupati.

Untuk diketahui, saat ini harga minyak bensin di masing-masing pengecer di Kota Selatpanjang masih bervariasi berkisar Rp 6.000 hingga Rp 10 ribu perliternya. (AM)

Hal-hal yang berkesan

SELATPANJANG, menurut diri ku peribadi kota nya sich gak terlalu istimewa, cuma kota kecil yang dikelilingi oleh laut.
tapi ada beberapa temen ku yang dari luar daerah sempat berkunjung ke kota kecil ini bilang sich', kota selatpanjang orang nya ramah-ramah yea, , , bukti nya pas saya sampai pertama kali di selatpanjang langsung di sambut dengan ramah sama masyarakat disini,bagai kan menyambut artis bolywood, ada yang mau nganterin sampai alamat lah, bantuin bawakan tas lah, sampai di tarik2, , ,Hehehehehe....
tapi ada satu hal yang paling berkesan adalah naik kendaraan yang ditarik mengunakan tenaga alias becak dayung, Hhhmm...
soal nya sich di daerah nya gak ada kendaraan seperti itu, , ,
tapi menurut mitos yang beredar di masyarakat mengatakan siapa yang telah meminum air selatpanjang dan mandi, ,  pasti teringat terus sama kota kecil ini. . .
Inget ini hanya mitos, boleh percaya boleh nggak.

Kamis, 17 Maret 2011

Selatpanjang

SELATPANJANG  merupakan ibukota Kabupaten Meranti Propinsi Riau yang dimekarkan dari kabupaten induk (Kabupaten Bengkalis) pada tanggal 19 Desember 2008, Dasar hukum berdirinya kabupaten Kepulauan Meranti adalah Undang-undang nomor 12 tahun 2009, tanggal 16 Januari 2009. Terletak pada bagian pesisir timur pulau Sumatera, dengan pesisir pantai yang berbatasan dengan sejumlah negara tetangga dan masuk dalam daerah Segitiga Pertumbuhan Ekonomi (Growth Triagle) Indonesia - Malaysia - Singapore (IMS-GT) dan secara tidak langsung sudah menjadi daerah Hinterland Kawasan Free Trade Zone (FTZ) Batam - Tj. Balai Karimun.  Kota Selatpanjang sebagai pusat pemerintahan kabupaten Kepulauan Meranti, dahulu merupakan salah satu bandar (kota) yang paling sibuk dan terkenal perniagaan di dalam kesultanan Siak. Bandar ini sejak dahulu telah terbentuk masyarakat heterogen, terutama suku Melayu dan Tionghoa, karena peran antar merekalah terbentuk erat dalam keharmonisan kegiatan kultural maupun perdagangan. Semua ini tidak terlepas ketoleransian antar persaudaraan. Faktor inilah yang kemudian menyuburkan perdagangan dan lalu lintas barang-barang maupun manusia dari China ke nusantara dan sebaliknya.  Ramai interaksi perdagangan di daerah pesisir Riau inilah menyebabkan pemerintahan Hindia Belanda ikut ambil dalam bagian penentuan nama negeri ini. Sejarah tercatat pada masa Sultan Siak yang ke 11 yaitu Sultan Assayaidis Syarief Hasyim Abdul Jalil Syaifuddin. Pada tahun 1880, pemerintahan di Negeri Makmur Tebing Tinggi dikuasai oleh J.M. Tengkoe Soelong Tjantik Saijet Alwi yang bergelar Tuan Temenggung Marhum Buntut (Kepala Negeri yang bertanggung jawab kepada Sultan Siak). Pada masa pemerintahannya di bandar ini terjadilah polemik dengan pihak Pemerintahan Kolonial Belanda yaitu Konteliur Van Huis mengenai perubahan nama negeri ini, dalam sepihak pemerintahan kolonial Belanda mengubah daerah ini menjadi Selatpanjang, namun tidak disetujui oleh J.M. Tengkoe Soelong Tjantik Saijet Alwi selaku pemangku daerah. Akhirnya berdasarkan kesepakatan bersama Negeri Makmur Tebing Tinggi berubah menjadi Negeri Makmur Bandar Tebingtinggi Selatpanjang. J.M. Tengkoe Soelong Tjantik Saijet Alwi mangkat pada tahun 1908. Makamnya ada di tengah Kota Selat Panjang.  Perjalanan panjang Kota Selat Panjang juga melahirkan bentukan bangunan-bangunan tua terutama di sekitar pelabuhan yang masih ada sampai sekarang.