Hal ini disampaikan Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan MSi, belum lama ini usai acara pengesahan APBD Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun Anggaran 2011, terkait langkanya pasokan minyak bensin untuk kendaraan bermotor di Kabupaten Kepulauan Meranti.
''Sebanyak tiga investor sudah menemui saya (Bupati, red) untuk membangun SPBU. Saya katakan, bahwa pada prinsipnya kita sangat setuju. Karena selama ini spekulasi kelangkaan pasokan BBM di Kabupaten Kepulauan Meranti sudah memprihatinkan,'' kata Irwan.
Dikatakan Bupati, bahwa selama ini, pengelolaan BBM subsidi dipercayakan kepada para Agen Penyalur Minyak Subsidi (APMS). Namun, kelangkaan minyak tidak dapat dihindari. Hal ini lanjutnya, diduga adanya permainan para spekulan, sehingga minyak menjadi langka dan susah sekali ditemui pada para pengecer.
''Kita sudah memanggil berkali-kali para pemilik APMS. Kita Ingatkan mereka agar tidak membandel, dengan cara 'memainkan' minyak sehingga menjadi langka seperti ini. Jika memang tidak juga mau diatur, maka izin mereka akan kita evaluasi dan dicabut. Bahkan, pembangunan SPBU oleh investor tersebut nampaknya akan kita desak juga, untuk segera direalisasikan,'' tegas Bupati.
Untuk diketahui, saat ini harga minyak bensin di masing-masing pengecer di Kota Selatpanjang masih bervariasi berkisar Rp 6.000 hingga Rp 10 ribu perliternya. (AM)